Rainawati atau Ina adalah ibu tangguh asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang sendirian berjuang untuk menghidupi keluarganya. Ina punya 3 anak, salah satunya Nia Fitriyani yang menderita kelainan kerangka kepala dan kini harus hidup tanpa sosok ayah.
Saat menceritakan soal Nia, tangis Ina tumpah seolah segala beban kehidupan tercurah semua. Air mata Ina merupakan bukti betapa tabah dan tegar dirinya selama ini. Beban yang ditanggung Bu Ina bukan sekadar bekerja untuk menafkahi keluarganya tanpa pertolongan suami, namun selama 15 tahun lamanya ia harus menggendong putri sulungnya yang menderita kelainan kerangka kepala.
|
Kondisi ekonomi yang terus menurun belakangan ini juga dirasakan keluarga Nia. Ibu Nia, Ina, mengaku akhir-akhir ini camilan yang dijajakan sungguh sulit terjual. Apalagi kendala cuaca membuat dirinya susah menemukan pembeli. Alhasil, dia sering membawa kembali snack-snack dagangannya.
"Sekarang sepi jualan, barang dagangan dibawa pulang dan dimakan bersama-sama. Modal habis karena seperti itu kondisi sekarang. Kalau saya boleh cerita, hari ini saja, saya jualan dari turun pagi, sampai jam setengah 12 hujan deras, sampai saya mau pulang sekarang sepi jualannya. Tapi Alhamdulillah yang penting saya sehat dan kuat demi anak-anak saya," ucap Ina kepada tim berbuatbaik.id.
Beruntung, kondisi Ina dan keluarga tidak terlalu terpuruk meskipun mempunyai Nia yang menderita kelainan kerangka otak. Selain itu, Nia juga rutin menjalani terapi untuk memastikan gerak Nia ada kemajuan.
![]() |
"Nia sehat dan ada perkembangan sedikit-sedikit tangan dan kaki sudah bisa digerakan. Setelah terapi terakhir kali, badan Nia tidak bisa diratakan, kalau dari belakang mau diratakan takut kena jantung kalau dari depan, takut kena liver. Jadi gak bisa di apa-apain lagi," sambung Ina.
Ina menyebut donasi yang telah diberikan selama ini senilai Rp 34.477.500 telah digunakan untuk memperbaiki rumah, modal usaha, serta kebutuhan sehari-hari. Ina pun senang kini dirinya dan 3 anaknya sudah bisa menjenguk kubur sang ayah yang sebelumnya sulit terlaksana karena letaknya begitu jauh dan perlu ongkos yang mahal.
"Yang penting bagi saya, Nia kuat panjang umurnya, mau makan dan tidur. Itupun sudah bersyukur buat saya. Kemarin, akhir pertama ke sana saya dari kubur bapaknya di Tanjung Tabalong," lanjut Ina senang.
Ina pun mengucapkan banyak terima kasih karena kehidupannya begitu membaik setelah adanya bantuan dari berbuatbaik.id dan sahabat baik. Dia pun mendoakan agar semua donatur bisa mendapatkan balasan terbaik dari Yang Maha Kuasa.
![]() |
"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua #sahabatbaik dan kepada tim berbuatbaik.id semoga sukses, panjang umur, banyak rezekinya," pungkas dia senang.
Kehidupan yang lebih baik ini tentu tak bisa didapatkan Nia tanpa bantuan dari sahabat baik. Terima kasih kepada sahabat baik yang telah melapangkan jalan rezeki untuk Ina, Nia dan keluarga. Sahabat Baik, bukakan terus jalan kebaikan untuk orang-orang yang kurang beruntung seperti Nia. Caranya sederhana dengan mulai Donasi sekarang juga.
Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.
Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.
Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga!